IDENTIFIKASI KAWASAN PERMUKIMAN PENDUKUNG: ANALISIS PROXIMITY PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DANAU TOBA

Andreas Agung Widhijanto, Esti Yulitriani Tisnaningtyas

Abstract


Danau Toba dengan 3 (tiga) komponen wisata yaitu wisata alami danau, wisata geopark atau taman bumi dan wisata budaya daerah (Batak)menjadi daerah tujuan wisata. Teori siklus hidup destinasi pariwisata menunjukkan bahwa kehidupan kegiatan kepariwisataan Danau Toba mengalami peningkatan. Hal inilah yang menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) meliputi 7 (tujuh) Kabupaten pada tepian Danau Toba, yaitu Toba Samosir, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Karo, Humbang Hasundutan, dan Dairi.Tourism development atau pembangunan pariwisata yang dilakukan dengan mengembangkan konsep 3A - Attraction, Amenitiesand Accessibility (atraksi, amenitas/kenyamanan dan aksesibilitas) – menjadi parameter keberhasilan pembangunan kepariwisataan suatu daerah, termasuk kawasan pariwisata Danau Toba.
Riset yang dilakukan ini memiliki 2 (dua) pertanyaan riset. Pertama adalah bagaimana menganalisis hasil identifikasi kawasan permukiman pendukung kepariwisataan Danau Toba, sedangkan kedua adalah bagaimana konsep untuk menjawab kebutuhan pengembangan Destinasi Wisata Danau Toba. Kerangka Riset ini dialurkan dalam variable berdasar atas indikator yang dihasilkan melalui rangkuman kajian-kajian. Selanjutnya akanditajamkan melalui proses analisis spasial dengan menggunakan metoda proximity. Analisis dengan menggunakan metoda proximity merupakan analisis secara spasial untuk mendapatkan penentuan kawasan permukiman prioritas pendukung pariwisata Danau Toba.Penentuan ini mengunakan variable lokasi strategis, obyek wisata unggulan, tourism linkages pada obyek wisata unggulan, lokasi prioritas pendukung wisata Danau Toba dan permukiman pendukung lokasi prioritas wisata.
Kata Kunci : kawasan permukiman, destinasi wisata, danau toba, analisis proximity.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.